Lindswell Dari Indonesia untuk Dunia

     Berawal dari paksaan sang kakak, Lindswell Kwok mulai menekuni wushu. Saat itu Lindswell berumur sembilan tahun, Lindswell dipaksa oleh sang kakak untuk ikut berlatih wushu setiap hari minggu. Awalnya Lindswell menolak ajakan itu, tetapi lama-kelamaan berkat paksaan sang kakak, akhirnya Lindswell mau untuk berlatih wushu.Paksaan sang kakak lah yang kini mengantarkan kesuksesan Lindswell sebagai atlet wushu Internasional.

    Atlet yang dijuluki ratu wushu Asia Tenggara ini, kini sedang mempersiapkan dirinya untuk ajang Asian Games 2018 yang merupakan sebuah ajang pesta olahraga se-Asia. Ada beberapa hal yang dipersiapkan oleh Lindswell diantaranya adalah persiapan fisik dan mental. Untuk persiapan fisik, Lindswell melakukan latihan rutin dan latihan pemulihan cedera. Latihan pemulihan cedera diadakan karena Lindswell menderita cedera yang sudah menahun yang dideritanya, sehingga latihan ini sangat diperlukan agar saat hari H cedera tersebut tidak mempengaruhi.

        Dalam persiapannya menuju Asian Games 2018,Lindswell beranggapan bahwa fasilitas yang diberikan oleh pemerintah masih sangat kurang jika dibandingkan dengan negara lain. Menurutnya, “Di Malaysia saja disediakan tempat khusus seperti gedung, tempat khusus berlatih hingga sekolahnya semua sudah diatur sedangkan di Indonesia tidak.” Kemudian Lindswell mengatakan, “Untuk segi penghragaan memang kini Indonesia sangat menghargai para atlet tetapi untuk segi kerja pemerintah terhadap fasilitas untuk atlet itu masih kurang.”

          Atlet yang menargetkan emas pada ajang Asian Games 2018 ini berencana akan pensiun dari wushu setelah gelaran pesta olahraga tersebut. Tentu terdapat suka dan duka yang dialami oleh Lindswell dalam menekuni wushu, suka yang ia alami adalah ketika ia bisa memenangkan pertandingan. Kemudian duka yang ia alami adalah ketika kekalahan dan cedera menerkanya. Namun, dibalik kekalahan yang pernah ia alami Lindswell berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukan.

                 Lindswell berpesan kepada generasi muda Indonesia, “Carilah kegiatan yang positif apa pun itu tidak harus olahraga, terutama yang dapat membanggakan orang tua. Daripada nongkrong-nongkrong atau pacaran, karena sekarang banyakpergaulan bebasjadi, cari kegiatan yang positif aja si,” tutupnya.